Gerald menatap Kyra yang terbaring dalam pelukannya dengan sendu. Sesekali ia mengelus kepala perempuan itu lalu mengecupnya lamat, setelah itu ia menatap ke arah Kyra kembali, mengelus wajah mungil, mengecupinya lagi sebelum memeluknya dengan erat. Gerald menatap ke arah langit-langit kamarnya sesaat, memikirkan banyak hal untuk masa depan Kyra yang seharusnya bisa lebih panjang dan luas jika saja tak terlalu banyak yang Kyra pikirkan. Gerald mengecup kening Kyra lagi dengan kepala yang tak hentinya berpikir, mencari jalan keluar terbaik agar semua kekhawatiran Kyra dapat teratasi. . . . “Banyak hal yang aku pikirkan Gerald. Orangtuaku, kuliah dan berbagai hal lainnya. Langkah yang ku ambil terasa terlalu besar. Aku seperti pohon yang tiba-tiba tumbuh menjadi besar tanpa

