“Apa katamu tadi?” tanya Alfian dengan nada sedikit meninggi membuat semua orang yang ada di ruang keluarga rumah utama keluarga Abiyaksa terkejut. Semua orang yang ada di dalam ruangan itu mengarahkan pandangan ke arah Bianca yang duduk dengan memegang perutnya yang sedikit membuncit. Alfian menutup kedua matanya lalu menundukan badannya kembali menatap adik bungsunya dengan tatapan tak percaya, “Bisa kamu ulangi lagi apa yang kamu katakan tadi?” ulang Alfian membuat Bianca mengigit ujung bibirnya. Dia menatap semua orang yang berada di ruang keluarga dalam diam. Setelah keluar dari rumah sakit, dia memutuskan untuk kembali ke rumah orang tuanya. Dan sekarang, setelah kakak sulungnya datang berkunjung. Dia mengutarakan keinginanya yang sudah dia pikirkan matang-matang. “Aku memutuskan

