Rasanya sudah habis air mata Nina menangisi kepergian kedua orang tuanya secara mendadak dan begitu cepat. Baru sebentar Nina merasakan kasih sayang mereka. Ia bahkan belum sempat membalas semua rasa sayang dan kebaikan orang tuanya itu. Dan kini ia hanya tinggal sendiri. Sebatang kara tanpa ada tempat untuk bersandar. Mereka semua baru saja pulang dari pemakaman Papa dan Mama. Rumah masih ramai dengan keluarga dan beberapa rekanan bisnis Papa. Setelah menikmati suguhan sederhana yang disiapkan oleh keluarga, beberapa orang mulai berpamitan pulang. "Yang sabar ya, Nin. Harus tetap semangat." "Tetap semangat ya, Sayang. Papa sama Mama sudah tenang di sana." "Jangan sedih ya, kita semua selalu ada buat Nina." Begitu kata-kata yang diucapkan para keluarga dan beberapa rekan bisnis Papa p

