Hampir selama satu minggu Papa cuti dari pekerjaan kantor, Yuda selalu berusaha melibat diri untuk urusan yang Nina selesaikan. Meski Nina menolak, namun Yuda kadang sedikit memaksa hingga membuat Nina jadi merasa tidak enak. "Makasih ya, Mas Yuda," ucap Nina begitu Yuda selesai membantunya mengecek laporan keuangan. "Iya, Nin. Sudah tugas aku kan buat bantuin kamu," sahut Yuda sembari menggenggam tangan Nina. Tindakan Yuda itu spontan membuat wajahnya bersemu merah diikuti dengan detak jantung yang mulai tak beraturan. "Aku jadi semakin jatuh cinta sama kamu, Nin. Kamu baik, penurut, gak pernah berlebihan," kata Yuda menatap Nina. Mendengar itu, Nina bingung harus merespon bagaimana, ia hanya tersenyum malu-malu sambil menundukkan wajahnya. "Selama kita bersama, kamu juga ada perasaa

