Surat Cinta Wasiat

1234 Kata

Pukul sepuluh pagi, Yuda melihat Rahma pergi meninggalkan kantor. Penasaran dengan tujuan Rahma, diam-diam ia mengikuti mobil kantor yang Rahma tumpangi. Dan ternyata tebakannya benar Rahma pergi ke rumah Nina. Menghentikan mobilnya cukup jauh dari rumah Nina, ia juga melihat satu mobil lain masuk ke halaman rumah Nina, "Siapa ya?" gumam Yuda penasaran. Tak ingin ketahuan sedang mengikuti Rahma, ia menunggu beberapa saat di tempatnya berhenti sekarang. Sementara itu di ruang kerja Papa, sudah berkumpul Rahma, Nina, dan juga Pak Ronal. Hari ini pak Ronal akan membacakan surat wasiat yang Papa tinggalkan. "Nina apa kabar? Sehat kan?" tanya Pak Ronal. "Sehat, Pak," sahut Nina tersenyum tipis. Ia sedikit gugup. "Syukur lah. Harus tetap sehat dan semangat ya. Jangan sedih lagi, Papa sama M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN