Musuh tapi Teman (2) "Kamu pulang naik apa?" Jean bertanya, lihat kaki Queen jadi gak tega. Apalagi salah dia juga. Kalau bukan tugas yang merepotkan dia juga gak bakal mau kayak gini. Masa jadi lelaki gak bertanggungjawab banget sih. Dia tentu sadar diri dong. Sudah dibantuin masa dia gak balik bantu gitu. "Naik angkot," jawabnya sambil keluarin permen karet sisa-sisa satunya di celana. "Sorry, tinggal sebiji," ucapnya lagi. "Gua anterin mau gak?" tawari, setidaknya dia bertanggungjawab akan hal insiden itu. "Gak perlu, tar minyak lo habis lagi. Soalnya rumah lo gak sejalan ma rumah gua," tolak nya. "Emang lo pikir gua langsung pulang. Sejalan kok, yuk! Ketimbang liat kaki lo. Gua gak tega." Dia pun berjalan arah parkir di mana kereta dia bawa. Queen mana pun menolak. Ya la

