^^ Kenapa ending nya gini? Akankah aku bisa dipertemukan dengannya lagi? Atau perpisahan ini, akan menjadi perpisahan selamanya? Ya, semua bermula dari Kecerobohanmu sendiri. *** "Gue harus gimana, Sis?" tanya Maxilliam tidak ada hentinya. Bahkan sampai pagi seperti ini pun, tetap bahasannya harus gimana, harus gimana, dan harus gimana? "Astaga, lo dari kemaren nanya harus gimana harus gimana terus pusing gue dengernya. Salah lo sendiri terlalu ceroboh, gini kan akhirnya. Udahlah, kenapa lo nggk datang kerumahnya aja, sih? Terus minta maaf gampang, kan?" cerca Naira yang terlalu pusing plus kesal karena adiknya si Maxilliam terus berceloteh. Bahkan disaat Naira tidur pun, Maxilliam malah begadang dan berceloteh tidak jelas. "Gampang pale lo? Minta maaf nggk semud--" ujar Ma

