Samar-samar Arjuna mendengar suara gedebam air terjun. Sekarang sudah hari ketiga mereka mengarungi hutan tropis negeri Voresham. Tidak bisa menggunakan kalimat tidak terasa. Mereka benar-benar capek sekarang. Ibarat baterai, kualitas baterai mereka hanya tinggal enam puluh persen saja. Diisi full pun, akan cepat habisnya karena batangan baterainya yang sudah menurun kualitasnya. Begitu juga dengan stamina mereka. Yurtira benar-benar tidak punya pikiran lagi. Adelina habis-habisan merutukinya. Tapi tetap, dia tidak berani protes secara langsung karena takut akan dihukum. Kuda Yurtira merasa kelelahan karena terus ditunggangi oleh Yurtira. Si pemilik kuda pun berbaik hati pada kudanya, dengan cara turun dari punggungnya. Namun, di luar dugaan, Yurtira justru menyuruh Arjuna, Kinara, Ang
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


