Tidak terasa waktu begitu cepat berlalu karena kebahagiaan yang telah Tuhan berikan, sampai-sampai Fibra dan Zivanya merasa kalau anak meraka sudah menginjak satu tahun kemarin malam. “Sayang, anak kita sudah satu tahun, apa kita harus merayakan ulang tahunnya?” seminggu yang lalu Fibra menanyakan hal itu. “Terserah Mas saja, aku__” Prang! Gelas kopi yang Zivanya bawa terjatuh beserta Zuvanya yang terkapar dilantai ruang kerja Fibra. “SAYANG!” teriak Fibra sambil berlari untuk menangkap tubuh sang istri. “Sayang, apa kamu....” Fibra menepuk-nepuk pipi sang istri tapi tidak ada jawaban. “MARKO!” Fibra berteriak memanggil Marko yang selalu siap ketika dia butuh-kan. “Cepat, siapkan mobil. Kita ke rumasakit sekarang!” suaranya terdengar bergetar karena ketakutan melihat apa yang terja
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


