Penyakit Ishuke semakin parah setiap harinya, dan Yodamaru sudah angkat tangan untuk mengobati Ishuke lagi. Hingga suatu ketika Ishuke menghembuskan napas terakhirnya, tepat setelah musim semi berlangsung. Kematian Ishuke menimbulkan sakit hati yang amat dalam dihati Hayato. Ia menangis sejadi-jadinya setelah tubuh Ishuke hilang di kobaran api kremasi. Kepala desa, Mirai, Yamabura serta beberapa orang yang ikut dalam acara kematian itu berusah menenangkan Hayato, tapi Hayato tetap tak kunjung tenang. Bertahun-tahun hidup bersama Ishuke ia merasa terjaga dan tenang, bahkan hingga anaknya tumbuh dewasa. Kini Ishuke telah tiada, tak ada lagi tempat untuknya berkeluh kesah. Air matanya terus mengalir, bahkan lebih kencang dari kobaran air yang membakar tubuh Ishuke. Beberapa wakt

