Hayato sudah sampai di Edo sejak dua hari yang lalu. Edo begitu indah, tapi juga sangat bising. Setiap hari seperti tak ada esok. Penduduk kota Edo terbiasa bangun di pagi hari dengan mendengar kokokan ayam jantan, sedangkan pada siang hari, jalan-jalan dipenuhi dengan suara penjual keliling menggembar-gemborkan barang dan barang-barang mereka. Disaat menjelang malam mungkin adalah waktu paling tenang ketika orang menyaksikan matahari terbenam di langit yang merah. Hayato di tempat kan di sebuah rumah mewah di dekat tempat tinggal para Daimyo Kekaisaran. Dari jendela kamarnya ia bisa melihat bangunan tinggi menjulang. Istana Kekaisaran juga tempat pemantau api, jika suatu saat ada kebakaran yang melanda Edo. Mengingat Edo begitu padat dengan rumah-rumah penduduk yang saling berhimpit.

