BAB 7

571 Kata
MIKE POV Aku sangat tidak suka saat melihat Joe yang berkata kasar kepada Luna. Aku tau selama ini Luna tidak bahagia dengan pernikahan yang di jalaninya karena suaminya yang kasar. Sebagai seorang pria, aku tidak tega memperlakukan wanita dengan kasar karena aku sangat menghormati seorang wanita. " Sebaiknya kau pergi dari sini! Aku tidak ingin melihatmu menyakiti Luna!" " Kau bukan siapa - siapa disini jadi kau yang seharusnya pergi dari sini!" " Sudah! Cukup! Sebaiknya kau yang pergi dari rumahku! Aku tidak ingin melihatmu di sini!" " Aku tidak akan pergi sebelum pria ini pergi dari rumahmu!" Tiba - tiba ayah Luna keluar dari dalam rumah dan beliau menyuruh Joe untuk pergi dari rumahnya. " Pergi kau dari sini! Aku tidak ingin melihat kau menginjakkan kakimu di rumahku!" Akhirnya Joe pergi dari rumah Luna dan Luna terlihat sangat lega. Aku menyuruh ayah Luna untuk beristirahat. " Sebaiknya om beristirahat" " Baiklah, om istirahat dulu. Silakan kalian lanjutkan obrolan" Setelah ayah Luna masuk ke dalam kamar, kami melanjutkan pembicaraan yang sempat tertunda. " Mike, aku minta maaf atas perbuatan Joe" " Kau tidak perlu minta maaf. Ini semua bukan kesalahanmu" " Sebenarnya sudah lama aku ingin bercerai tetapi Joe tidak menyetujui" " Kau harus memaksanya untuk bercerai. Tidak ada alasan untuk mempertahankan pernikahan kalian" " Aku tau tapi saat ini aku ingin fokus merawat ayahku. Beliau saat ini sangat membutuhkanku" " Kau memang wanita yang baik" Luna tersenyum mendengar perkataanku. Rasanya aku sangat bahagia melihatnya senang. Aku tidak bisa memungkiri perasaanku jika sampai saat ini aku masih mencintainya. " Mike, kenapa kamu melamun?" " Oh, maaf, tiba - tiba aku baru ingat jika sebentar lagi aku ada meeting dengan klien" " Ya sudah, sebaiknya kamu segera temui klienmu" " Kalau begitu aku pamit dulu" " Kirim salam untuk kedua orang tuamu" " Nanti aku sampaikan" Akhirnya aku berpamitan kepada Luna dan aku langsung menemui klienku. ***   JOE POV Aku sangat emosi ketika mengingat kejadian saat di rumah Luna. Aku tidak menyangka jika Luna di dekati seorang pria dan rasanya aku sangat cemburu melihat kedekatan mereka Aku berencana untuk berbaikan dengan Luna dan ayahnya karena aku tidak ingin kehilangan Luna. Aku pergi ke kantor Luna untuk menemuinya dan meminta maaf padanya tapi dia sedang tidak ada di kantor. Akhirnya aku menunggu di kantornya sampai ia tiba di kantor. Luna terlihat tidak suka dengan kedatanganku dan aku membujuknya untuk mau bicara denganku. “ Ada apa kau adauk kesini?” “ Aku ingin mengajakmu bicara” “ Aku tidak ada waktu untuk berbicara denganmu. Aku sangat sibuk!” “ Aku mohon sebentar saja. Aku tidak akan berbuat kasar terhadapmu” Luna terdiam cukup lama hingga akhirnya ia mau untuk ku ajak berbicara berdua denganku. “ Baiklah, adauk bicara denganmu tapi di tempat lain” “ Sebaiknya kita berbicara di kantorku saja” “ Kenapa harus di kantormu? Memangnya kau ingin membahas tentang perceraian?” “ Aku tidak ingin membahas tentang itu. Ada hal yang lebih penting untuk ku bicarakan padamu” “ Ya sudah, kita sekarang ke kantormu” Akhirnya aku membawa Luna ke kantorku untuk membicarakan tentang pernikahan kami. Saat tiba di kantor, aku mengajak Luna masuk ke dalam ruang kerjaku. “ Apa yang ingin kau bicarakan adauk?” “ Aku ingin memperbaiki pernikahan kita” “ Apa katamu?! Kau ingin memperbaiki pernikahan?! Aku rasa sudah terlambat!” Luna langsung pergi dari ruanganku dan aku berusaha mengejarnya tetapi Luna sudah pergi jauh meninggalkanku
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN