IAN POV Pipiku masih terasa perih akibat pukulan pria itu. Rasanya hatiku sangat sakit melihat Tasha pergi bersama pria itu. Aku berusaha bangkit tetapi badanku masih terasa sakit. Tiba - tiba aku mendengar suara teriakan Jessy dan ia berusaha membantuku untuk bangun. " Astaga! Iaann! kenapa kau bisa seperti ini?!" " Tolong bawa aku ke ruang kerjaku" " Baiklah" Jessy membawaku ke ruang kerjaku dan banyak orang yang melihat kami tetapi Jessy seolah - olah tidak peduli dengan tatapan orang ke arah kami. " Sebaiknya aku obati lukamu atau kita ke rumah sakit saja" " Tidak usah, lukaku tidak terlalu parah" " Tetapi tidak bisa dibiarkan, aku takut terjadi infeksi" " Aku baik - baik saja, Jessy. terima kasih telah menolongku" " Sama - sama Ian. Aku senang bisa membantumu" " Maaf jika

