27. Imaginary Friend

1821 Kata

ESTU POV Aku lelah se-lelah-lelahnya. Begitu kerjaanku beres, aku langsung merapikan tas dan turun ke parkiran. Kemacetan Jakarta saat petang sudah jadi cemilan sehari-hari untukku, selama tiga bulan terakhir aku membiasakan diri dengan hiruk-pikuk Ibu Kota yang katanya kejam ini. Satu jam di jalan, aku langsung memarkirkan mobilku di depan, ya sengaja gak di basement, jauh nanti aku jalannya. Capek. Aku masuk dari pintu depan, langsung menuju lift untuk sampai ke unitku. Ada beberapa orang yang juga menunggu lift sama sepertiku. Begitu pintu lift terbuka dan ternyata kosong, aku langsung masuk, juga orang-orang yang tadi menunggu bersamaku. "Hey!" Aku kaget ketika seseorang berbisik di telingaku. Benar-benar di telinga, aku bahkan sampai merasakan nafasnya yang hangat menyembur ke le

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN