ARDRA POV "Gue bilang kan jagain dia! Kok dia malah bisa sama orang lain!" Seruku marah sambil mendorong Vizar ke tembok. "Dra, santai Dra, yang lo giniin adek gue!" Azmi mendorongku, menempatkan diri di antara aku dan adiknya itu. "Bang, lo minta gue laporan soal Estu, gue laporan, lo minta gue jagain, gue jagain. Tapi ya gak bisa terlalu intens, Bang! Estu nganggep gue cepu, gue gak mau dikatain gitu, gue temennya. Gue cuma bantuin lo sebisa gue tanpa mengganggu pertemanan gue sama Estu." Ujar Vizar. Ya, ini bukan seratus persen salah Vizar sih. Malah bukan salah Vizar sama sekali kalau Nares akhirnya punya pacar lagi. Tapi, aku seperti tak bisa terima dengan keadaan ini. Keadaan di mana ia menolak keberadaanku. "Duduk Dra! Lo natap adek gue jangan kaya mau bunuh gitu!" Azmi mendoro

