17. Kehilangan

2342 Kata

ESTU POV "Si Dara tuh emang yee, sok-sokan gak mau, ehh tau-tau si Daru udah mau cetak undangan aja!" Seru Ardra. Aku tersenyum melihat tampang kesalnya. Ya, dia kesal karena gak tahu kalau hubungan Kakaknya dengan tetangganya itu sudah jauh. "Bagus kali kaya gitu, gak banyak ngomong tapi langsung nikah." Kataku. "Kesel aku bey, Dara tuh kaya yang gak yakin sama Daru, sok curhat ini-itu, eh taunya aku kecele!" "Sabar." Ardra mengangguk, ia mengarahkan mobilnya menuju rumahku. Sekarang Ardra makin sering ke rumah. Aku tahu, Papa masih gak suka sama Ardra dan aku gak tahu alasannya sekarang apa. Yang aku tahu, Papa gak mungkin usir Ardra kaya yang Mama bilang, makanya aku ajak terus dia ke rumah. "Papa kamu free gak yaa minggu ini?" Tanya Ardra. "Gak tau, kenapa emang?" "Mau aku aja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN