Aku benar-benar tidak menyangka akan kembali masuk ke dalam tempat yang sama dengan misi berbeda. Ini di luar dugaanku. Tak pernah terpikir sebelumnya. Ditambah lagi, ada seorang cowok tampan yang sampai sekarang masih belum bisa aku lupakan sejak pertemuan pertama kami di malam pengintaian itu. Aku jadi bertanya-tanya apakah Vilas masih mengingatku sama seperti aku mengingatnya. "Siapa maksudmu, Suri?" Dova memecah perhatianku dari layar monitor. Ia terlihat sangat antusias dengan penuturanku barusan. Aku tersenyum tipis sambil mencoba mengingat kejadian kala itu. Kenangan indah mulai terbayang. "Sepertinya aku pernah menyusup ke sini." "Oh." Dova mengangguk pelan. "Kau seharusnya senang punya tour guide gratis sekarang," ujarku dengan bangga. Sepertinya kemampuanku akan sangat terpak

