Aku membaca Surat Keputusan Kepala Daerah yang berisikan pemecatan diriku sebagai seorang aparatur sipil negara di tanganku dengan d**a terasa bengkak. Naas, walaupun sudah berkali-kali membela diri dengan memberikan alasan bahwa aku dan Maya tak lagi menjalani hubungan suami istri dan sudah berpisah, tetapi keputusan kepala daerah melalui badan kepegawaian daerah ini tak bisa dianulir lagi. Dan di sinilah aku saat ini. Duduk resah di bangku depan kantor badan kepegawaian sambil menekuni SK di tangan dengan pandangan kabur dan hati gundah gulana. "Bro, aku ikut prihatin ya. Gak nyangka gara-gara Ana ngelaporin kamu ke BKD kamu jadi dipecat dari pekerjaan sebagai ASN begini," ujar Heru, teman kantor yang barusan menemaniku mengambil surat ini, sambil duduk di sebelahku. Aku menghela naf

