Bab Dua Puluh Tujuh

1566 Kata

Ya Tuhan, apa yang terjadi pada diriku? Kenapa mataku terasa berat dan mengantuk sekali? Apa barusan Mas Arya telah meminumkan obat tidur dalam teh hangat yang diberikan padaku dan ibu tahu itu tapi tidak mencegah? Apa jangan-jangan semua ini memang sudah disetting dari awal dan terjadi justru atas persetujuan beliau? Itu sebabnya beliau sengaja menahanku supaya tak buru-buru pulang setelah mengantar Mas Arya tadi? Ya, Tuhan ... Apa jangan-jangan sakitnya ibu juga pura-pura supaya aku terpaksa datang ke sini agar bisa menjebakku seperti ini? Tapi untuk apa? Apa karena Mas Arya ingin kembali padaku? Hanya karena itu? Naif sekali! Beribu pertanyaan berkecamuk di benak sementara tubuhku mulai terasa lemas, sulit digerakkan. Kesadaran pun seolah mulai hendak tenggelam tetapi sebisa mungkin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN