93

1059 Kata

Si pelaku masih saja memegang pipinya, hidungnya pun masih mengeluarkan darah saat ini. Air matanya jatuh perlahan karna menahan sakit yang teramat sangat karna dia emang ngga pernah dapet perlakuan yang kayak gini sebelumnya dari orang-orang. Dia selalu di manja dan di perlakukan seperti seorang Ratu di rumah dan lingkungannya. Dan sekarang, putri yang notabenya dia anggap rakyat jelata yang menjijikan, malah menampar pipinya dengan sangat kencang. Ini benar-benar sebuah penghinaan baginya, dia tidak terima karna sudah permalukan seperti ini di depan banyak orang. "Liat aja! Gue bakalan tuntut lo! Gue emang ngga bisa menang secara fisik! Tapi kalo soal hukum gue bisa ngalahin lo! Gue bakalan jeblosin lo ke penjara dengan tuduhan kekerasan!" Delik orang itu seraya menatap kepergian putr

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN