"assalamualaikum Bu, putri pulang", ujar putri dengan lesu setelah sampai di rumah mereka. Emosinya sudah sedikit cukup tenang saat ini karna saat di jalan tadi para pengamen jalanan telah menghibur dirinya dengan suara gitar serta suara mereka yang kebetulan merdu itu. Di tambah jalanan sedang macet tadi sehingga dia bisa berlama-lama untuk duduk di pojokan kursi angkot yang entah kenapa selalu menjadi tempat favoritnya. Pemandangan macetnya kota Jakarta serta terpaan angin yang datang dari kaca mobil angkot saat dia sedang duduk bersender di kursi pojokan memang selalu sangat ampuh untuk menenangkan dirinya. Dia tidak tau kenapa dia seperti itu tapi yang jelas kursi pojokan angkot sambil menatap pemandangan jalan raya yang di sertai terpaan angin ke wajahnya melalui kaca mobil yang Te

