85

1221 Kata

"Leo" gumam putri dengan suara sumbangnya. Rama yang mendengar nama Leo di sebut oleh putri, langsung melepaskan pelukannya dan membalikkan badannya menghadap ke arah Leo yang masih saja menatap mereka dengan tajam saat ini. Saat pelukan Rama terlepas, Leo dengan cepat menarik putri agar bangkit dari sana dan menjadi dari sisi Leo. "Lo ngapain peluk-pelukan sama dia?!" Dinginnya, terlihat jelas ekspresi cemburu di wajahnya, namun putri tidak akan mungkin pernah bisa menyadari hal tersebut, karna sedikitpun pemikirannya tidak pernah menjurus ke arah sana. Sebab jangankan Leo, mendengar perkataan Rama yang tadi saja benar-benar terdengar seperti lelucon payah baginya. Putri masih sama dengan pemikiran awalnya, yaitu otaknya tidak akan pernah mau berfikir kalau Leo menyukai dirinya, karna

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN