Keesokan harinya putri bangun dan mengawali paginya seperti biasa. Hari ini Putra tidak mengantarnya ke sekolah, jadi putri berangkat sendirian naik angkot seperti biasanya. "Oke put, persiapin diri lo buat ketemu sama Leo nanti" batinnya termenung di pojokan kursi angkot yang sedang melaju itu sambil menikmati semilir angin yang menerpa wajah nya dari jendela. Jalanan kota Jakarta lagi-lagi macet seperti biasanya. Tapi rasanya putri sudah tidak memperdulikan hal itu lagi, bahkan di satu sisi dia berharap kalau seandainya angkot ini tidak pernah sampai ke depan gerbang sekolahnya, melainkan ke dunia lain seperti dunia 2 dimensi dimana para karakter anime berada misalnya. Tapi tentu saja hal tersebut benar-benar terasa sangat mustahil untuk terjadi, sehingga putri hanya bisa meng andai-

