Di lain tempat suasana kelas masih sama seperti tadi, bahkan selepas kepergian putri itu, aura Leo yang tadinya sudah mencekam kini jadi semakin menakutkan. Leo memejamkan mata, mencoba menenangkan dirinya setelah melihat ke arah Ratu. Wajah putri yang pergi dengan mata berkaca-kaca benar-benar tidak bisa dia hilangkan dari dalam fikirannya. Leo sangat mengkhawatirkan wanitanya itu dan ingin mengejarnya tadi, tapi di sisi lain otaknya menyuruhnya untuk menyelesaikan kekacauan ini dulu, baru menghampirinya. Dan dia menuruti hal itu. "Gue bakalan bikin perhitungan sama lo" batin Leo, wajahnya terlihat semakin dingin saat ini. Tapi seperdetik kemudian dia langsung merubah ekspresinya itu menjadi hangat kemudian menghampiri Ratu. "Ikut gue, gue mau ngomong sesuatu sama lo" ujar Leo, tidak

