Keesokan harinya putri berangkat ke sekolah seperti biasanya namun kali ini lebih pagi dari yang kemarin sebab dia tidak mau terlambat dan berurusan dengan guru BP yang kemarin lagi. "Putri pergi sekolah dulu ya Bu", pamitnya seperti biasanya. "Hati-hati di jalan ya sayang", pesan ibunya yang hanya di balas acungan jempol oleh putri sebagai jawaban. Dia dengan segera bergegas keluar pergi dari dalam rumahnya menuju ke pinggir jalan untuk menyetop angkot yang lewat ke arah sekolah nya. Untung saja jalanan kota Jakarta saat ini sedang tidak macet, dan karna hal itu pula dia menjadi kepagian datangnya kesekolah. "Makasih pak", ujar putri seraya tersenyum tipis saat memberikan ongkosnya kepada si supir angkot kemudian melangkah masuk ke area sekolahannya yang luas itu. "Fiks gue kerajina

