"gue ngga bisa put, gue ngga bisa terima kenyataan ini! Bener-bener ngga bisa! Udah mah ngga bisa satu kelompok sama ayang beb ratu, eh sialnya gue malah satu kelompoknya sama lo" keluh Arnold dengan jujur mengutarakan perasaan frustasinya secara terang-terangan kepada putri. Sontak putri langsung menggeplak kepala Arnold, satu-satunya manusia yang berani dia hujat dan kasari di sekolah ini memang hanyalah laki-laki itu, sebab dia merasa Arnold berbeda dengan yang lainnya. Karna biarpun Arnold suka menghina putri, dia tidak benar-benar terlihat membenci atau merasa jijik kepada putri karna mereka berbeda kasta seperti yang lainnya. Bahkan kadang putri juga merasa kalau Arnold sebenarnya benar-benar menganggap dirinya sebagai seorang teman selama ini. "Sakit anjir!" Protes Arnold merasa t

