Beberapa jam setelahnya bel pulang sekolah pun berbunyi, putri akhirnya bernafas lega saat ini. Karna dengan begitu dia bisa terbebas dari pesona Leo yang terasa sangat sulit untuk di abaikan sejak tadi. "Minggir, gue mau lewat" titah nya kepada Leo yang masih saja duduk di kursinya padahal bel sudah berbunyi sejak tadi. "Gue lagi males buat berdiri" jawab Leo dengan santainya. Entah kenapa dia ingin melihat wajah dongkol putri yang terasa begitu menggemaskan di matanya sebelum dia pulang ke rumahnya. Putri menghela nafasnya, "kenapa sih dia lagi-lagi nyari gara-gara? Dia ngga tau apa kalo jantung gue udah bener-bener ngga kuat buat ngeliat ketampanan dia itu? Pliss Leo, jangan kasih gue harapan dengan lo ngajakin gue ribut kayak gini. Harusnya lo ngabaikan gue aja dan jangan pernah ngo

