Putri masuk ke dalam kamarnya dengan wajah bengong seperti tadi. Dia merasa masih belum bisa mempercayai opini putra tersebut. "Apa iya ya kayak gitu?" Gumamnya mencoba berfikir ulang dan mengingat semua hal yang sudah terjadi antara dirinya dengan Leo sejak awal mereka bertemu. "Seinget gue, jantung gue berhenti berdebar kencang di depan dia itu saat emosi gue berada di titik tinggi pas dia nyuruh gue buat jadi babu dia. Dan sejak saat itu jantung gue udah ngga pernah lagi berdebar-debar kalo di depan dia sampai sekarang. Dan bahkan muka tampan dia yang dia milikin pun juga jadi keliatan biasa aja di mata gue sejak itu" putri mencoba menganalisa ulang setiap kejadian yang terjadi. Berharap dia bisa menjawab semua pertanyaan yang ada lewat situ karna opini putra tadi masih belum sepenuhn

