Mengapa Angela merasa galau? Bukankah itu yang sejak dulu ia harapkan? Pengakuan Jason dan hubungan mereka yang bisa lebih dari sekadar sahabat? Lantas ketika Jason mengakui perasaan, mengapa Angela justru merasa kalau dirinya tak siap untuk memberi jawaban pada lelaki itu? Angela kini hanya mematung dan bungkam. Tatapannya lurus, tetapi tidak ke arah Jason yang ada di hadapannya, melainkan entah ke mana. Isi kepalanya seakan sudah tercerai-berai sejak ia tahu Gin sudah tak lagi ada di rumah ini. “Gie ... kok malah ngelamun?” tanya Jason, membuyarkan angan-angannya yang melayang-layang mencari keberadaan Gin. Gin sudah tidak di sini lagi. Ia hanya majikan dan Gin adalah pengawal, jadi sudahlah ... ia harus lupakan itu semua. Bukan hal penting yang harus dipikirkan, bukan? Terlebih, ia

