Bangkrut

2047 Kata

Selama menginap di hotel sosok Amat terus menghantui aku. Dia terus menunjukkan wajah sedihnya. Walau tidak ada gerakan di mulutnya tapi terdengar jelas suaranya, kalau dia bukan bunuh diri. Kurang lebih ada 3 hari berturut-turut pasca kejadian itu aku di temui Amat lewat mimpi. Aku coba ceritakan pada suamiku, tapi dengan santainya dia berusaha menenangkan aku, kalau mimpi itu hanya bunga tidur. Suamiku memang paling pintar membuatku tenang, walau dalam keadaan panic sekalipun. Setelah seminggu, aku dan suami putuskan untuk kembali ke rumah. Kami kembali beraktifitas seperti biasa. Toko yang libur selama seminggu juga kami operasikan kembali. Seminggu kami tinggalkan rumah, kondisinya lumayan menyeramkan. Mau ga mau kami harus menempati rumah tersebut. Apalagi banyak relasi yang ingin me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN