Singkat cerita setelah menemui Pak Dul, kami berdua sedikit mendapat titik terang mengenai sahabatku si Edo. Setali tiga uang dengan Ahmad dulu, hanya saja kali ini Edo terkena Pelet dari Sofie. Ditambah lagi dengan kelemahan si Edo yang mudah tunduk pada wanita, ikut menambah pengaruh pellet tersebut. Pak Dul hanya minta foto Sofie, karena itu satu-satunya media yang akan dikerjakan Pak Dul. Kebetulan si Kacong sudah persiapkan foto tersebut. Aku sedikit terkejut, darimana si Kacong dapat foto Sofie dengan pose yang begitu menantang. “Cong ada copynya ga foto itu?” bisikku pelan. Kacong hanya jawab dengan senyumannya nan indah. Pak Dul pun ikut terkejut dengan foto tersebut. “Wah kalau begini mah saya juga doyan dik…” kelakar Pak Dul. Aku dan kacong langsung tertawa kecil. Sebenar

