Tiba tiba demit itu tambah ketakutan karena seperti mau ditarik oleh yang meraga di ponakan Rey. “Nah kenal dengan Datuk saya? Itu raja kamu kan?” kata Pak Ari yang sekarang berada di atas angin. Sambil mengangguk dan menyatukan telapak tangannya memohon ampun dengan Pak Ari dan anaknya. Dia yang awalnya begitu sombong seketika langsung tunduk meminta ampun atas perbuatannya. Rupanya sosok dalam mediator sangat mengenal dengan sosok yang ada di anak Pak Ari. Melihat hal demikian beliau hanya tersenyum kecil. “Masih berani ganggu keluarga saya?” sang demit hanya bisa menggelengkan kepala dengan lemah. Tidak ada lagi sikap angkuh yang ia tunjukkan seperti awal tadi. “Ya sudah, kamu jangan pernah ganggu anak ini lagi ya. Suruh teman temanmu yang lain juga, jangan lagi ganggu anak ini, tau

