BAB 28

1846 Kata

Pohon di depan rumah Julo jadi putih-putih karena tertutup salju. Tempat di mana Julo dan keenam pemuda bertemu. "Sistemnya sangat sederhana, pertama kalian harus bertahan di arena dan kedua, kalau bisa usahakan jatuhkan yang lainnya keluar arena. Semudah itu," terang Julo. Baldwin mengangguk. Pikirnya ini tidaklah sulit tetapi saat nanti dia akan berjuang mati-matian hanya untuk sekedar bertahan. Pagi itu, keenam pemuda tak menyangka jika sebuah rumah tua yang terletak sendirian di tengah padang yang kini tertutupi salju ramai akan orang-orang. Suara sorakan sudah terdengar jelas bergema-gema di tiap sudut ruangan membuat keenam pemuda itu teringat saat mereka di Jeruw menyaksikan bagaimana Toby berjuang melawan si Rakus. Mereka menyelinap masuk di antara kumpulan orang-orang. Kal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN