BAB 30

2560 Kata

"Begitu rupanya," kata Caesar. Mengamati batu cahaya bintang semua orang satu per satu. "Mengapa kalian tidak pernah cerita?" "Kondisinya tidak memungkinkan," kata Dion. "Benar," tambah Toby. "Aku pernah sekali ingin menceritakannya di rumah Rui. Tapi sudah larut malam." Tak menunggu lama, mereka akhirnya melemparkan batu cahaya itu ke dalam air terjun dan tiba-tiba air terjun membasahi mereka setelah kilatan cahaya. Membuat semua orang menutup mata. ¶¶¶¶¶ AIME : Aime tersenyum sumringah. Bukan tanpa sebab, hari ini dua ulangannya dapat seratus lagi. Setelahnya dia mengambil dua buah buku lalu meletakkannya di ruang kosong di dalam tasnya. Tak lupa ia mengambil airpods yang menggelantung di telinga, menyimpannya di dalam saku. Anak-anak sudah berseliweran di koridor sekolah sam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN