Grumps terdiam, sebelum akhirnya berbicara. Dia tak berteriak memang, tetapi suaranya sudah cukup untuk didengar siapapun bahkan sampai membangunkan burung-burung khas Merksi yang sedang tertidur. "Apa yang kau lakukan? Pergilah dan biarkan pertempuran ini berakhir malam ini juga." "Benar, kita harus menghentikan peperangan ini kak," suara baru hadir, rupanya Grombs. "Apa-apaan maksudmu?" Wajah Grumps mulai merah padam, dia berdiri di atas mimbarnya. "Apa kamu menyuruh suku Mium menyerah kepada perempuan lemah seperti mereka?" "Apa katamu!!, perempuan lemah?" sela Alaire. Dia berusaha membuat Dion menjalankan tugasnya, tetapi dia terpancing emosi. “Hentikanlah Kak,” Tuyen menegur kakaknya. “Bukankah kakak punya rencana tentang ini?” Pertanyaan itu membuat Alaire terdiam. Dia kembal

