EPILOG : Dua tahun berlalu sejak petualangan luar biasa itu. Seorang anak laki-laki melihat burung-burung beterbangan di luar sana. Kali ini, bukan duduk di ambang jendela di sebuah kamar, melainkan di tempat di mana ramai orang berbincang hangat. “Selamat siang…” Laki-laki itu berbalik saat mendengar suara. Suara yang tak asing di telinganya. Bukan hanya satu, melainkan dari banyak orang membuatnya tersenyum. “Aku sudah menunggu kalian dari tadi. Kenapa lama sekali? Ayo duduk! Bagaimana keadaan kalian?” “Kau masih cerewet sampai sekarang Tob. Apa yang terjadi padamu?” Dion tersenyum. Menarik hidung Toby cukup kencang. “Aku baik-baik saja. Orang tua Bram pindah keluar kota jadi dia juga ikut pindah sekolah. Tak ada pengganggu lagi. Lagi pun kami sudah baikan. Ngomong-ngomong bagai

