"Nobel Kimia tahun ini jatuh kepada Doktor Lucas Collins." Semua hadirin bertepuk tangan. Peter yang mewakili Lucas sampai menitikkan air mata haru. Akhirnya, semua perjuangan Lucas tidak sia-sia. Ia berhasil mendapatkan apa yang diimpikannya selama ini, meski harus berkorban nyawa. Selama beberapa menit berdiri di podium, Peter masih terdiam. Ia tidak tahu apa yang harus dikatakan. Hati yang menyusup di d*da membuatnya tak bisa bersuara. Sampai akhirnya hanya tiga kata saja yang keluar dari mulutnya. Tiga kata penuh penekanan. "Kau berhasil, Sobat!" Peter mengangkat medali yang diterimanya tinggi-tinggi. Medali milik Lucas. "Untuk Lucas!" seru Peter sambil mengusap air matanya. "Untuk dokter Lucas!" sambut seisi aula. Tertatih Peter turun dari podium. Seandainya Josh tidak menya
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


