Sore ini langit baru pulang dari restoran yang ia rintis bersama fadil, lumayan lah sudah memiliki beberapa cabang.
Sebelum pulang langit mampir dulu di warung kaki lima yang terletak di pinggir jalan.
"Pesen nya apa mas" tanya sang penjual.
"Pesannya manusia boleh berencana tapi dompet yang menentukan" jawab langit.
"##&@*@**@" pak penjual. "Masud saya menu".
"Menunya, menua bersama nya".
"Serius mas mau makan apa" tanya si penjual berusaha sabar, mentang mentang pembeli adalah raja malah semena mena.
"Nasi goreng pak" kata langit.
"Pedes gak mas" "Lah mana saya tau makan juga belom".
"Hufttt" penjual menarik nafas perlahan dan mengeluarkan cepat. "Maksud saya dikasih sambel nggak".
"Ya saya mana tau pak kan situ yang masak" jawab langit.
"Huhhhh mas nya nih niat pesen gak sih" jengkel si penjual.
"Ya niat lah pak kalo gak niat gak bakal disini" jawab langit.
"Ya udah mas nya duduk aja biar saya bikin" kata penjual malas bertanya lagi.
Langit pun langsung mencari tempat duduk, langit memilih duduk di ujung belakang.
Tak lama si penjual datang, tanpa mengeluarkan sepatah kata pun langsung meletakkan piring nasi goreng, saat sang penjual hendak beranjak langit menghentikan langkah nya.
"Pak es teh nya satu tapi gak pake es".pesan langit.
sang pedagang mengernyitkan dahi bingung, "es teh tanpa es itu bagaimana" tanya penjual menggaruk kepalanya.
"Ya es teh tanpa es pak masa gitu aja gak tau" ngotot langit.
"Teh hangat gitu mas"
"Bukan pak es teh tanpa es ya teh gak dikasih es".
"Gimana sih mas maksudnya" kata penjual bingung.
"Pokok nya es teh gak dikasih es pak saya gak mau tau" sewot langit.
'Aneh banget nih pelanggan bener bener langka' batin penjual menatap datar langit.
"Pake gula gak mas" tanya si penjual.
"Ya pake lah pak"
"Lah mas nya tadi pesen nya gak bilang teh manis"
"Tapi mana enak pak kalo teh tanpa gula"
"Ya tapikan masnya yang gak ada bilang teh pake gula" jawab penjual menyebal kan.
"Ya udah deh pak es teh tanpa es dengan gula" kata langit.
"Gulanya di campur apa di pisah mas" tanya penjual.
"Dicampur" kata langit singkat, tampak nya mulai emosi.
"Di campur nya di gelas apa nggak mas"
"Ahhh terserah sama bapak lah mau dicampur dimana, mau di gelas kek, di baskom kek, seterah pak, seterah" kata langit dadanya kembang kempis emosi.
"Terserah mas bukan seterah" kata pak penjual mengoreksi.
"Suka suka saya ding pak" kata langit sinis dengan bibir mencebik.
"Dah lebih baik bapak bikinin gih minum yang saya pesen" kata langit setengah mengusir.
"Siap mas" sahut pak penjual berlalu meninggalkan langit.
"Hufttt" langit menghela nafas.
"Nyebelin banget tuh penjual" lanjut langit, apa dia gak sadah bahwa tingkah nya juga menyebalkan.
Author hanya bisa geleng geleng kepala takjub sekali dengan tingkah langit.
Beberapa saat kemudian pak penjual balik lagi dengan segelas teh di tangan nya.
"Nih mas es teh tanpa es dengan gula yang dicampur" jelas pak penjual.
"Makasih pak" ucap langit.
Setelah itu si penjual melangkah pergi, langit pun mulai menyantap makanan dan minuman nya.
"Eghhhh ahhh kenyangnya" langit bersendawa setelah menghabiskan segelas teh manis dan sepiring nasi goreng tandas tak bersisa.
Langit pun duduk sebentar, lalu bangkit menghampiri penjual.
"Ini pak makasih ya, kembalian nya ambil aja" kata langit menyerah kan uang delapan belas ribu rupiah pada bapak penjual, setelah itu pergi begitu saja.
Penjual menatap langit datar. Lalu menghitung lembaran uang yang di beri langit.
"Apa nya yang lebih, pas begini bayar nya" gerutu si penjual. "Dasar pembeli aneh" lanjut nya.
******
DI KOMPLEKS PERUMAHAN CAHAYA INDAH.
Langit sudah sampai dirumah nya hari sudah menunjukan pukul 5 sore. Saat sampai teras rumah nya, langit celingukan melihat rumah bulan, tenyata masih tertutup rapat.
"Mungkin ayank bulan belum pulang kerja" kata langit tak tau malu menyebut bulan dengan panggilan ayank.
"Emm lebih baik gue mandi dulu, trus dandan ganteng, biar ayank bulan lihat gue langsung terpesona dan klepek klepek trus terkintil kintil sama seorang langit, hahaha" kata langit tertawa bahagia membayangkan nya.
"Ngapa lo ketawa sendiri, gak ketempelan kan" kata fadil mengernyitkan dahi heran, dan lagi lagi fadil selalu merusak hayalan indah langit.
"Iya gue ketempelan, ketempelan cinta ayank bulan" tegas langit didepan wajah fadil.
"Muncratt b*****t" fadil mengelap kasar wajah nya yang tersembur larva mulut alias air liur langit, "apa lo bilang tadi ayank, yang bener aja siapa juga yang mau jadi ayank lo dodol" kata fadil menjitak kepala langit gemas.
"Ngapa sih sewot aja, iri bilang bos" kata langit melirik sinis fadil.
"Idihhh siapa juga yang iri" elak fadil.
"Halah ngaku aja lo" tuduh langit.
"Heh ngapain juga gue iri sama lo, lo tuh cuma ngaku ngaku jadi ayank nya neng bulan padahal itu hanya sebatas hayalan lo doang, belum tentu neng bulan mau sama lo" cerocos fadil nyelekit.
MAK JLEBBB.
Langit menyentuh d**a kirinya.
"Lo kok tega sih ngomong begitu sama gue, harus nya lo tuh dukung gue" kata langit dengan nada dan raut wajah tersakiti.
"Heleh tampang lo gak usah sok merasa paling tersakiti, gak mempan gue, lagian bisa lo cuma ngaku ngaku ayank doang gak ada usaha ntar neng bulan di gaet orang lo nangis kejer" cibir fadil pedas.
"Trus gue harus gimana dong" rengek langit.
"Pikir aja ndiri" kata fadil tak perduli.
"Isss fadil bantuin gue dong" rengek langit mengikuti langkah fadil memasuki rumah.
"Bodo amat" ketus fadil.
Skip**
Kini langit sudah tampak fresh, tampan dan gagah. Ia baru saja selesai mandi. Ia memakai baju kaos lengan pendek bewarna hitam dan celana levis selutut. Tampilan nya sangat tampan dan membuat para janda sekitar rumah berteriak histeris jika melihat nya.
"Selama sore mas langit yang tamvan" centil salah satu janda kambing ehhh janda kembang di perumahan ini.
Langit tak menghiraukannya, ia memasang wajah datar nan jutek.
Si janda gatel pun pura pura cemberut imut. Tapi langit tak mempan. Merasa tak diperdulikan pun sijanda itu menghentakan kaki nya kesal, lalu pergi begitu saja.
Langit sangat tidak perduli. Tak lama lewat lah ojek online bersama penumpang nya. Motor ojek online itu berhenti di rumah bulan.
Bulan membayar ongkos ojek lalu sang mang ojek meninggal kan kawasan komplek itu.
Langit memandangnya penuh damba wajah cantik bulan yang kini bulan baru pulang dari bekerja di mall angkasa grub dan masih mengenakan seragam spg nya, terlihat wajah bulan yang lelah.
Jantung langit langsung berdebar ketika bulan membalik badan nya dan tersenyum sangat manis pada langit.
Langit kontan langsung membalas senyum yang tak kalah manis. Jangan ditanya bagaimana kondisi jantung langit saat ini sudah pasti berdetak sangat kuat, salto, koprol dan sejenis nya hingga debarannya sangat tak nyaman.
Langit masih saja memandang tempat bulan berdiri tadi, langit tak sadar bahwa bulan sudah tak ada di posisu itu, ya bulan sudah masuk kerumah nya.
"Awalnya pandang-pandangan
Habis itu senyum-senyuman
Datanglah perasaan minta diperhatikan"
Senandung fadil dengan gitar ditangan nya, mata fadil menatap langit yang tengah tersenyum melihat arah rumah bulan dan tangannya memegang d**a kiri.
"Hati senang tidak karuan
Pikiranpun melayang-layang
Selalu terbayang-bayang
Satu hari tidak bertemu dan rindupun menggebu-gebu
Rasa ingin bersua dan selalu bersama
Walau hanya untuk sekejap
Bertemupun hanya sekejap namun terobat rindu"
Langit pun berbalik danduduk di samping fadil. Langit ikut bernyanyi bersama fadil.
"Inilah yang ku rasakan saat ini ku rasakan Mataku tak mau pejam makanpun tak pernah kenyang
Kini aku sedang jatuh cinta
Perasaan yang berbunga-bunga
Betapa senang rasa di hati
Saat pengalaman cinta pertama
Kini aku sedang jatuh cinta
Perasaan yang berbunga-bunga
Betapa senang rasa di hati
Saat pengalaman cinta pertama
Satu hari tidak bertemu dan rindupun menggebu-gebu
Rasa ingin bersua dan selalu bersama (ho) Walau hanya untuk sekejap
Bertemupun hanya sekejap namun terobat rindu
Inilah yang ku rasakan saat ini ku rasakan Mataku tak mau pejam makanpun tak pernah kenyang
Kini aku sedang jatuh cinta
Perasaan yang berbunga-bunga
Betapa senang rasa di hati
Saat pengalaman cinta pertama
Kini aku sedang jatuh cinta
Perasaan yang berbunga-bunga
Betapa senang rasa di hati
Saat pengalaman cinta pertama
Cinta pertama
Inilah yang ku rasakan saat ini ku rasakan Mataku tak mau pejam makanpun tak pernah kenyang
Kini aku sedang jatuh cinta
Perasaan yang berbunga-bunga
Betapa senang rasa di hati
Saat pengalaman cinta pertama
Kini aku sedang jatuh cinta
Perasaan yang berbunga-bunga
Betapa senang rasa di hati
Saat pengalaman cinta pertama oh"
Lagu pun selesai langit tersenyum bahagia merasakan nikmatnya jatuh cinta.
Fadil masih memetik gitarnya menjadikan melodi yang merdu.
"gimana rasa nya jatuh cinta sob" tanya fadil.
"Rasa nya anjing banget haha" kata langit.
"Ba*i lo gu tanya betulan sialan" pekik fadil hendak memukul kepala langit dengan gitar nya.
"Kaborrrr" langit melarikan diri dari fadil.
Fadil menggelengkan kepalanya.
"Happy banget kayak nya tuh curut" kata fadil juga ikut tersenyum.
'Semoga jodohnya, bukan hanya persinggahan semata' doa tulus fadil untuk langit dalam hati. Iya lah kalo kuat kuat nanti jebol nya kayak siaran ikan terbang, batin tapi kedengeran, hehehe.