"Janganlah kamu merasa iri atas apa yang bukan milikmu sebab Penyakit iri hati adalah sumber dari dosa-dasa besar yang akan menumpuk." *** Hana berangkat bekerja dengan perasaan yang tidak karuan, kesal sekali rasanya apa yang telah dia usahakan selalu gagal. Kadang dia heran kenapa orang lain lebih menyukai Siara dibandingkan dengan dirinya, padahal menurutnya lebih cantik dirinya dari pada Siara. Radit sengaja menunggu Hana keluar dari rumahnya, meskipun hubungan mereka berakhir tapi jauh di dalam lubuk hatinya selalu menginginkan Hana untuk menjadi seseorang yang terakhir untuknya. Melihat Hana yang berjalan sendirian membuat Radit langsung saja menghampiri perempuan yang masih menyisihkan ruang dihatinya. "Kenapa lagi muncul dihadapan gue?" tanya Hana ketus. "Kok kamu ngomongnya

