Sebenarnya Reihan ingin lebih lama bersama Jya, mengobrol panjang lebar, bercerita banyak hal, dan berbagi banyak pengalaman masing-masing. Itulah efek dari sebuah rasa nyaman dan komunikasi yang terjalin baik di dalam sebuah pertemanan seperti yang saat ini Reihan rasakan. Tapi sayang sekali, hari ini ia harus berangkat dulu mengajar berpamitan pada Jya dan satu orang lagi yang sebenarnya sangat ingin Reihan seret ikut bersamanya agar orang itu tidak tertinggal hanya berduaan bersama Jya. Namun, keinginan hanya keinginan, sangat tidak sopan untuk ia lakukan jika ia benar-benar menyeret orang tersebut. Walau mengesalkan, Reihan hanya berharap satu, semoga Jya tetap single agar ia tetap dapat menjalin atau melakukan pendekatan pada Jya dengan harapan terbesar bisa kejenjang yang lebih seri

