@TILOEF “Kamu sampai kapan selesainya?” tanya Reihan sambil menemani Jya menunggu jemputannya untuk pulang. “Sekitar empat atau lima hari lagi, kenapa?” tanya Jya pada Reihan yang duduk di sampingnya. “Nanti ada waktu luang? Kita jalan-jalan,” ucap Reihan. Jya melihat Reihan sebentar. “Nanti dikabari lagi, tidak bisa dipastikan jika banyak pesanan yang belum diselesaikan,” tutur Jya. Reihan tersenyum, dadanya penuh harapan Jya akan menerima ajakkannya nanti. “Kamu yakin menunggu jemputan, ini sudah hampir jam enam. Lebih baik kuantar saja,” tawar Reihan lagi untuk kesekian kalinya dari semenjak pekerjaan hari ini selesai, tapi sayang sekali Jya menolak dengan alasan ada yang akan menjemputnya. Karena sudah janji jadi ia tidak bisa mengingkari janji tersebut. Ditunggu-tunggu sudah se

