@TILOEF Sedangkan Sera hanya menyimak tanpa mengerti, dia pun mengerjab dan mengikuti siapa yang berbicara. “Ibu –bukan begitu, aku –aku akan menikah, tapi nanti –kini belum saatnya, biarkan aku tenang dan mencari yang benar-benar akan menjadi pendampingku. –aku tau sejak kecil aku diatur dan diperlakukan seperti boneka. Tapi untuk menikah –yang menjalaniya adalah aku, dan ini adalah hubungan jangka panjang tidak seperti pelanggan dan penjual,” tutur Jya. “Kapan?” tanya Sarah. Jya terdiam tidak mampu menjawab pasti, tentu saja. Ia sendiri tidak yakin dengan siapa akan menikah apalagi kapan akan menikah. “Aku tidak tau,” jawab Jya pada akhirnya. Sarah mendesah kecewa. “Itu bukan jawaban yang aku inginkan,” ucap Sarah dengan dingin. Jya tidak terkejut lagi jika ucapan ibunya menusuk

