63. Waktu Berlalu dan Semua Orang Berubah

1874 Kata

“Dari mana aja kalian jam segini baru pulang?” suara Mama yang terdengar kesal itu menyambutnya saat pintu rumah terbuka sebelum Muti sempat mengetuknya. Muti melirik jam di tangannya, dan menyadari jika malam itu memang sudah cukup larut. Ia bahkan tidak ingat untuk mengecek ponsel dan memberi kabar pada mamanya. Biasanya, ia memang jarang mengecek ponselnya ketika sedang bersama anak-anak. Dan biasanya juga, Mama tidak pernah marah mau jam berapapun ia pulang, asalkan itu bersama Nero. Hanya karena ini Damar, maka sikap mama menjadi seperti ini. Ia tahu apa yang Mama pikirkan tentang Damar sekarang. Ia juga tahu bagaimana Mama tidak lagi terlalu menyukai Damar, setidaknya tidak seperti dulu, setelah pria itu pergi. Bukan salah Mama, Muti mengingatkan dalam hatinya sendiri. Sama seper

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN