BAGI MUTI, ini terasa sebuah hari terberat dalam hidupnya. Satu dari sekian banyak hari terberat yang pernah ia alami. Sejak kepergian Damar ke Jepang tujuh tahun lalu, Muti tidak pernah bisa membayangkan akan mengalami kesedihan berpisah dengan orang yang disayanginya lagi. Namun, Muti juga tahu jika hidup tidak pernah selalu berjalan seperti dengan keinginan kita. Tidak pernah ada hidup yang selalu berjalan mulus-mulus saja. Nyatanya setelah Damar pergi dan meninggalkan lubang yang cukup besar, Muti harus memperbaiki hidupnya dengan susah payah. Tujuh tahun bukan waktu yang singkat baginya untuk kembali menjadi seperti Muti yang dulu. Sayangnya, saat ia merasa hidupnya mulai seperti dulu lagi, Dika harus meninggalkannya dengan cara yang sangat tragis. Lagi-lagi, kepergian Dika meningg

