69. Babak Awal Persidangan

1789 Kata

Tadinya, pagi itu adalah pagi terbaik yang pernah Muti alami dalam hidupnya. Ia tidur sangat nyenyak dengan kedua lengan kukuh dan kuat yang memeluknya, juga harum tubuh yang selalu ia rindukan setiap malam. Muti berharap hal tersebut tidak akan berakhir. Ia berharap bahwa selamanya, ia akan berada dalam pelukan Damar seperti ini. Akan tetapi, mimpi indah tidak pernah terjadi selamanya kan? Akan selalu ada kenyataan buruk yang tiba-tiba menerjang bagaikan badai tornado dan menghancurkan semua impian indah yang ia punya. Dan badai tornado itu kini berwujud dalam seorang wanita bernama Violet. Muti baru menyadari ada sesuatu yang salah saat tubuh Damar yang tengah memeluknya itu menegang. Yah, bukan bagian yang ‘itu’ karena Muti juga merasakan ketegangan Damar di sana saat ia tidak sengaja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN