72. Rumah adalah Di Mana Hatimu Berada

1861 Kata

Violet dan Erlangga sudah menunggu ketika Damar dan Muti turun dari mobil. Senyum mereka masih sama lebarnya dengan tadi, dan wajah Violet berseri-seri, terlihat sangat bahagia karena akan memiliki ‘anak perempuan’ lagi di rumah ini. Damar akui, kepergian Ola ke New York memang menimbulkan lubang di rumah ini dan juga di seluruh hati keluarga mereka. Sejak dulu, Ola selalu menjadi ‘satu-satunya’ dan terbiasa mendapatkan seluruh perhatian keluarga Widjaya. Minggu-minggu pertama kepindahan Ola adalah yang paling buruk. Opa jatuh sakit selama hampir dua minggu, dan ketika sehat, beliau dan Oma langsung mengunjungi cucu kesayangan mereka itu selama dua bulan penuh. Erlangga jauh lebih parah. Pria itu memang tidak sakit seperti Opa, tetapi seminggu setelah ia pulang dari mengantar Ola, pria

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN