88. Badai Kehidupan

1966 Kata

Ini rasanya seperti ketika kamu baru saja menanami kebunmu dengan tanaman berkualitas terbaik, berharap mendapatkan panenan melimpah, tetapi tiba-tiba badai datang dan memorak porandakan semuanya. Dan dalam hitungan detik, semua impianmu seakan hancur berantakan. Betapa mudahnya Tuhan mengubah kehidupan seseorang dalam satu malam. Betapa gampangnya, sebuah canda dan tawa tiba-tiba saja berubah menjadi derai air mata dan bisikan doa yang tiada henti. Berharap agar Tuhan memberikan satu kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya. Memohon untuk satu waktu yang lebih lama lagi bersama orang yang mereka sayangi. Damar baru saja menjalankan kewajiban paginya, dan berniat untuk kembali berbaring sebentar sebelum telepon itu memorak porandakan harinya. Opa anfal. Hanya itu yang Bunda katakan den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN