Anxious

1669 Kata

DISHA berdiri di depan pintu rumah dengan wajah cemas serta tangan yang saling meremas. Sementara di sampingnya, tampak Emine yang memegangi ponsel Disha sembari terus mencoba menghubungi Darrel. "Bibi Emine? Apa sudah ada jawaban dari Darrel?" tanya Disha dengan mata berkaca-kaca. "Tuan Darrel sampai sekarang belum menjawab teleponnya," jawab wanita paruh baya itu—cemas. "Apa sebaiknya aku telepon Tuan Jonathan dan Nyonya Elisa? Siapa tahu Darrel ada di rumah orang tuanya." Disha berpikir sejenak sebelum menjawab, "sebaiknya jangan, Bibi Emine. Aku takut mereka akan ikut khawatir. Lagipula, kalau Darrel ada di sana, pasti mereka mengabari." Tangan Disha meraba lengan Emine. "Ini sudah jam berapa, Bi? Apa sudah larut?" sambungnya bertanya. Emine melirik benda pipih yang dipeganginya. "

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN