Setiap libur kerja aku pasti usahakan untuk datang ke rumah Pak Aldo. Aku tidak mau melepaskan waktu sedikitpun dengan Pak Aldo walau dia lagi bersama dengan keluarga kecilnya. Selalu ku manfaatkan kesempatan yang ada. Meski aku harus bermuka dua didepan keluarga Pak Aldo terutama istrinya. Di saat ada moment kemesraan Pak Aldo dan istrinya disitulah aku semakin bertambah membenci keluarga itu. Amarah ku semakin memuncak bila melihat mereka bermesraan. Dan akhirnya sebuah rencana yang sudah ku buat memang sudah waktunya untuk kujalankan. Hari berikutnya saat aku lagi off kerja, aku manfaatkan kesempatan bila ada di rumah Pak Aldo. Di tempat air minum dan di bak mandinya ku beri ramuan dari dukun langgananku. Disudut-sudut rumahnya ku siram-siram juga dengan air itu. Bahkan saat istri Pak

