Kerasukan

1838 Kata

Malam pun tiba… Si Ahmad seperti biasa pulang dari jalan jalan sore bersama ayang bebebnya. Kami yang memandangi dia dari jauh mulai was was dengan pesan kakek yang kami temui siang tadi . Sementara si Ahmad tetap dengan gaya cool nya, seolah olah tidak terjadi apa apa. Kebetulan kamar kos nya di lantai 2 paling depan. Semakin dia mendekati kamar kos nya, maka semakin kami khawatir dengan keselamatan Ahmad. Aku dan teman-teman hanya berharap semoga tidak terjadi hal yang buruk pada sobat kami si Ahmad. Namun harapan hanyalah tinggal harapan, dugaan kakek itu ternyata benar. Tak berapa lama terjadi sesuatu yang buruk menimpa teman kami Ahmad.   “Aaarrrrrggggggghhhhh…” suara seseorang berteriak dari kamar Ahmad. Aku dan teman-teman yang sudah mengawasi sedari tadi langsung berlar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN